Dari networking menuju guanxi
28/04/2010

Hubungan antarmanusia merupakan salah satu fenomena unik dalam kemanusiaan kita. Para ahli ilmu sosial sejak lama telah dengan seksama mempelajari perilaku hubungan antar manusia dengan mengamati keragaman jenis hubungan (keluarga, teman, kerja) antarindividu, jumlah hubungan antarindividu yang terjadi dalam suatu masyarakat, dan variasi intensitas atau keeratan hubungan antarindividu yang didasarkan pada trust.

Pada dasarnya fenomena ini kompleks. Namun demikian, tiap hari kita menyaksikan betapa ramainya kafe-kafe di seantero Nusantara ini dipadati oleh orang-orang yang bermaksud membangun network di antara mereka. Khususnya mereka yang berusaha mencari peluang bisnis dari lingkaran pertemanan mereka. Upaya saling mengenalkan teman ke teman adalah pemandangan sehari-hari. Belum lagi akselerasi upaya ini akibat maraknya fasilitas virtual social networking, seperti Facebook, Twitter. dan Linkedln.

Namun demikian, masih cukup banyak dari antara kita yang belum mahir membangun network. Lebih banyak lagi yang sudah relatif mahir membangun network, tapi masih kurang mampu memanfaatkannya untuk kepentingan bisnis mereka. Selanjutnya, masih relatif cukup besar juga kelompok masyarakat kita yang sudah mahir membangun dan memanfaatkannya tapi tidak kunjung terampil merawat hubungan mereka untuk waktu panjang.

Untuk itu, ada tiga langkah sederhana yang semoga dapat memandu kita dalam membangun, memanfaatkan, dan merawat network yang kita miliki. Langkah 1 Mengidentifikasi dan memetakan network Pertama sekali yang perlu kita lakukan adalah mengenali siapa saja individu yang ada dalam lingkaran pertemanan kita. Setelah mendaftarkan dan mengidentifikasi mereka, kita dapat menggunakan sociogram untuk melukiskan secara visual karakter hubungan antara kita dengan mereka dan hubungan di antara mereka. Sociogram adalah suatu metodegrafik yang berguna untuk menjadi representasi jaringan hubungan kita dalam dunia nyata.

Sociogram kita dapat digambar dengan sederhana seperti di atas, atau dapat juga dilukiskan secara lebih rinci dan kompleks seperti gambar di bawah ini. Bahkan gambar di bawah ini sudah melukiskan juga kepadatan dan kera-patan hubungan di antara para kawan, sedemikian rupa sehingga dapat diukur secara lebih cermat intensitas suatu network.

Langkah 2 Memanfaatkan network dan menciptakan nilai tambah Setelah mampu mengenali dan memetakan berbagai hubungan antarindividu dalam lingkaran jaringan pertemanan kita, kemampuan berikutnya yang perlu dibangun seseorang adalah bagaimana memanfaatkan network yang dimiliki untuk mencapai tujuan mereka. Untuk itu, ada lima keterampilan yang perlu diasah oleh seseorang dalam network-nya.

Pertama, menetapkan tujuan individu secara jelas sehingga ketika berada dalam pusaran kesibukan bei-network, seseorang tidak kehilangan prioritas dan orientasinya. Kedua, mengenali dengan cermat kepentingan (interest) individu-individu lain sehingga dengan cepat dapat mencari celah kesempatan untuk bekerja samadalam menciptakan nilai tambah.

Ketiga, melakukan alignment antar kepentingan individu-individu dalam suatu network secara cepat dan tepat, sehingga selain efektivitas networking bisa tercapai, efisiensi kerja dalam network juga bisa terjaga.

Keempat, memastikan langkah-langkah tindak lanjut dapat terkawal dengan seksama, dan semua pihak dalam network terlayani kepentingan dan tujuannya.

Kelima, mencermati peluang-peluang baru yang senantiasa lahir dalam konteks network yang sudah terbangun. Biasanya peluang muncul ketika individu-individu dalam network berbagi masalah yang mereka hadapi dalam kehidupan bisnis mereka.

Langkah 3 Membangun trust demi merawat network

Guanxi adalah salah satu istilah paling populer di akhir abad XX dan awal abad XXI, terutama semenjak bisnis China makin ekspansif menerobos ke berbagai penjuru pasar dunia. Guanxi yang bermakna hubungan antar individu yang didasari oleh trust merupakan salah satu mantera penting dalam kehidupan bisnis para pengusaha China, dan bahkan oleh beberapa ahli disebut sebagai faktor penentu kunci dalam keberhasilan bisnis orang China.

Sesungguhnya, guanxi tidak hanya bisa dilakukan orang China. Guanxi adalah prinsip dan praktik utama yang harus diterapkan siapa saja yang ingin merawat agar network hubungan mereka langgeng dan produktif, bahkan bertumbuh dalam jangka panjang. Trust adalah harta karun yang harus terus ditabung. Investasi dalam trust, memiliki return yang tidak terhingga dalam jangka panjang.

Sekali trust hilang sukar memperolehnya kembali. Sementara itu, trust bukanlah komoditas yang dapat berkembang dalam sekejap. Guanxi adalah produk trust yang dibangun dan dibina dengan sabar dalam re-lung waktu yang biasanya panjang.

Akhirnya, selamat bei-network, dan semoga kita semua sukses menciptakan nilai tambah di dalam network kita masing-masing.(Sumber : Bisnis Indonesia- Alberto D. Hanant)

 Artikel Lainnya
05/08/2010
Remaja Pecandu Internet Rentan...
Jakarta - Ketergantungan yang berlebihan terhadap internet k
16/06/2010
Internet Makin Ngebut dengan T...
Jakarta - Teknologi komunikasi di segmen jaringan serat opti
07/05/2010
Google Hadirkan Penerjemah Lew...
Jakarta - Para pecinta Android, bersiaplah mendengar kabar g
28/04/2010
Bagaimana Cara YouTube Menggae...
Jakarta - YouTube, situs video yang dimiliki oleh Google, pu
18/03/2010
Korsel Siapkan Software Penang...
Seoul - Pemerintah Korea Selatan berusaha keras menurunkan a

 Kumpulan Artikel -->

 
Copyright © 2009 ICT Centre STMIK MDP dan STIE MDP
Jl. Rajawali 14 Palembang Tel : (0711) 376400
Fax : (0711) 376360