DOSEN STIE MDP MEMBINA USAHA MIKRO DI KECAMATAN SUKOMORO BANYUASIN

    DOSEN STIE MDP MEMBINA USAHA MIKRO DI KECAMATAN SUKOMORO BANYUASIN

    DOSEN STIE MDP MEMBINA USAHA MIKRO DI KECAMATAN SUKOMORO BANYUASIN

    Dalam menjalankan profesinya, setiap dosen di perguruan tinggi memiliki tugas dan  tanggung jawab dalam Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam rangka memenuhi salah satu darma tersebut, tiga orang dosen STIE Multi Data Palembang yaitu Dr. Yulizar Kasih, Herry Widagdo, M.Si, dan Raisa Pratiwi, M.Si melaksanakan kegiatan pembinaan terhadap dua orang pelaku usaha mikro “Usaha Tahu Rumahan” di Desa Rawamaju di Kelurahan Talang Kelapa Kecamatan Sukomoro  Banyuasin Sumatera Selatan. Kegiatan ini merupakan program hibah Ipteks Bagi Masyarakat (IbM) tahun 2017, yang dibiayai sepenuhnya oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, DRPM Kemenristek Dikti.

    Pembinaan dilaksanakan selama lebih kurang 4 bulan, sejak bulan Mei sampai Agustus 2017. Permasalahan yang dihadapi oleh kedua mitra binaan antara lain : rendahnya kapasitas produksi ; minimnya suplai air bersih; limbah cari dan ampas kedelai belum dimanfaatkan secara ekonomis; minimnya pengetahuan tentang pemasaran dan promosi, sumber permodalan eksternal; dan belum menerapkan pembukuan usaha dan atribut promosi usaha. Selama pembinaan kedua mitra binaan memperoleh berbagai pelatihan diantaranya pelatihan pemanfaatan limbah cair tahu dan ampas kelapa, inovasi produk olahan tahu, pemasaran dan promosi usaha, sumber permodalan usaha, pembuatan proposal kredit, dan pembukuan usaha sederhana. Selain pelatihan, kedua mitra juga diberikan bantuan peralatan produksi dan atribut media promosi. Peralatan produksi tersebut berupa mesin pengolah kedelai, bak penampung air (tedmon), dandang untuk merebus kedelai, kotak wadah tahu, dan pompa air. Sedangkan atribut promosi terdiri dari kartu nama usaha, kantong plastik berlogo, dan kertas merek.

    Dari hasil monitoring dan evaluasi, kegiatan IbM  mampu memberikan dampak positif terhadap eksistensi usaha mitra pada saat ini, serta perkembangan dan kemandirian usaha mitra pada masa yang akan datang. Dalam kaitan ini, dampak positif yang dirasakan oleh kedua mitra binaan dalam program IbM ini antara lain :  kedua mitra dapat meningkatkan kapasitas produksi tahu dan omzet penjualan berkisar 20-30% dibandingkan dengan kondisi sebelumnya, memiliki wawasan dan pengetahuan mengenai pemasaran, promosi, dan alternatif sumber permodalan, limbah cair dan ampas kedelai diolah menjadi kecap dan keripik tahu sehingga memiliki peluang untuk memperoleh penghasilan tambahan, berpeluang meningkatkan wilayah pemasaran, serta di masa yang akan datang dapat memanfaatkan pinjaman dari luar bila pembukuan usaha sudah tertata dengan baik.   

Back to Top