Rahasia Rahim
Oleh Erwin Azhari Wijaya
Perempuan itu memandang foto digenggamannya. Ada rasa menggumpal didadanya. Lelaki dalam gambar itu adalah suami tercinta, ia meninggal dengan cara yang sangat menyakitkan.Tanpa disadari air mata merembes dari mata renta, cepat - cepat perempuan itu menghapus air mata itu, ia takut kalau si anak melihat kesedihan yang dirasakannya. Perempuan itu sudah berjanji tidak akan jadi perempuan cengeng, yang larut dalam permasalahan. Ia bukan perempuan biasa - biasa, ia berusaha tegar hadapi sejuta kepahitan hidup yang dijalaninya.
Perempuan itu menghela napas panjang, kemudian meletakkan kembali bingkai foto pada tempatnya.Ia duduk dikursi kayu yang sudah usang. Pikiranya jauh menerawang, bertanya dalam hati apakah mungkin ia menterjemahkan ketakutan yang dirasa pada anaknya. Keraguan itu terus berbiak dalam dirinya. Menjadi semacam virus yang semakin hari semakin menggerogoti hati, sampai kronis dan tinggal menunggu mati dalam kecemasan.
By : red. lanjutan KLIK DISINI
|