Kongres IX Bahasa Indonesia Internasional
25 Novermber 2008 Kongres IX Bahasa Indonesia bertaraf internasional yang diadakan Pusat Bahasa, 28 Oktober – 1 November 2008 ini merupakan puncak seluruh kegiatan kebahasaan dan kesastraan serta peringatan 80 tahun Sumpah Pemuda.
Dalam perjalanan bangsa Indonesia menuju era global, bahasa asing mulai memasuki ranah-ranah penggunaan bahasa Indonesia. Selain itu, penggunaan bahasa daerah tertentu telah meluas di seluruh Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda. Di sisi lain, beberapa bahasa daerah mulai ditinggalkan kalangan muda.
Kongres yang diikuti 1.276 peserta dari seluruh provinsi di Indonesia dan beberapa negara seperti Australia, Belanda, Jepang, Malaysia, dan Singapura, ini membahas lima hal utama, yakni (1) bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan penggunaan bahasa asing, (2) sastra Indonesia dan sastra daerah, (3) pengajaran bahasa dan sastra Indonesia, daerah, dan asing, (4) pengajaran bahasa Indonesia bagi orang asing, dan (5) penggunaan bahasa Indonesia di media massa.
Kongres bahasa ini menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri, para pakar bahasa yang selama ini telah melakukan penelitian dan mengembangkan bahasa Indonesia. Tema Kongres IX Bahasa Indonesia, “Bahasa Indonesia Membentuk Insan Indonesia Cerdas Kompetitif di Atas Fondasi Peradaban Bangsa”.
Mengetahui adanya Kongres IX Bahasa Indonesia berskala Internasional, STMIK - MDP mengikutsertakan tiga perwakilan mahasiswa / i dari Teater Topeng untuk mengikuti kongres tersebut, yakni Ilham (Sistem Informasi Kekhususan Komputerisasi Akuntansi), Erwin Azhari Wijaya (Sistem Informasi), dan Ria Rullydah (Menajemen Informasi). Mereka bertiga ikut serta dalam Kongres IX Bahasa Indonesia beerskala Internasional yang diselenggarakan di Hotel Bumi Karsa, Komplek Bidakara, Jakarta Selatan, yang bertujuan meningkatkan peran bahasa Indonesia cerdas kompetitif menuju Indonesia yang bermatabat, berkepribadian, dan berperadapan unggul.
Selain menghadiri Kongres tersebut, sebelumnya mereka juga ikut serta dalam kegiataan kebahasaan dan kesastraan seperti, Ilham ikut serta dalam pemilihan Duta Bahasa dan berhasil menjadi Runner Up 1 Se - Sumatera Selatan, Erwin Azhari Wijaya ikut serta dalam mengirimkan hasil karya puisi yang berjudul Rekontruksi dan cerpen berjudul Monolog Sperma, Ria Rullydah juga ikut serta mengirimkan hasil karya cerpen Segitiga Pelangi dan tidak ketinggalan mereka bertiga juga ikut serta mengirimkan makalah partisipasi. Hasil karya puisi dan cerpen mereka hanya sampai tahap kurasi tingkat provinsi.
Kegiatan Kongres tersebut diselenggarakan selama lima hari. Dimana hari pertama semua peserta diwajibkan melakukan registrasi daftar ulang di Hotel Bumi Karsa, komplek Bidakara, tanggal 27 Oktober 2008. Di hari kedua, tepatnya pada tanggal 28 Oktober 2008 para peserta memulai kegiatan Kongres yang dimulai dengan pembukaan yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan Nasional, Bapak Bambang Sudibyo. Setelah pembukaan secara resmi Kongres IX Bahasa Indonesia Internasional, dilanjutkan dengan Makalah Pleno oleh Menteri Pendidikan Nasional, Bambang Sudibyo, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Adyaksa Dault, Menteri Dalam Negeri, H. Mardiyanto, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik, Menteri Luar Negeri, Nur Hassan Wirayuda, Gubernur Lemhanas, Rustono, Direktur Jendral Pendidikan Tinggi dan Kabalitbang, Depdiknas, Bapak Fasli Jalal dan Mansyur Ramly, dan menutup Makalah Pleno pada hari itu oleh Menteri Sekretaris Negara, M. Hatta Rajasa. Setelah penyampaian Makalah Pleno, malam harinya dilanjutkan dengan Jamuan makan malam yang dimulai dengan pagelaran Tarian Nusantara (Tari Remo Jawa Timur), Monolog oleh Butet Kartaredjasa, persembahan lagu oleh Dewi Yul, Pembacaan Puisi oleh Iman Soleh, Pemberian penghargaan, dan makan malam.
Setelah pemaparan Makalah Pleno di hari ketiga, para peserta melanjutkan materi Kongres pada tanggal 30 Oktober 2008 mengenai Media yang dimulai dengan pembahasan tentang Peran Industri Perfilman dan Persinetronan Indonesia dalam Pengembangan Bahasa Indonesia Generasi Muda oleh Nia Zulkarnaen, Produser Film. Dilanjutkan oleh Budiati Abiyoga, Produser Film dan Titi Said, Selaku perwakilan dari Lembaga Sensor Film juga tidak ketinggalan memberikan materi mengenai Pencerdasan Bangsa melalui Penggunaan Bahasa dalam Industri Perfilman dan Persinetronan. Karena Peran Media Massa sangat berpengaruh dalam penggunaan Bahasa Indonesia maka dalam Kongres tersebut menghasirkan para pakar Media Massa yakni Qaris Tajudin, Majalah Tempo , Ahmadun Yosi Herfanda, Harian Republika. Didalam Kongres Bahasa ini selain membahas tentang Kebahasaan dalam dunia Perfilman dan Media Massa juga membahas tentang dunia Teknologi yaitu Bapak Roy Suryo (UGM) memaparkan materi tentang Peran Media Siber dalam Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat melalui Kecerdasan Berbahasa Indonesia. Selain pembicara dalam negeri pada Kongres tersebut mengadirkan pembicara dari luar negeri yakni Ulrich Kratz (SOAS London), Hein Steinhauer (Universitas Leiden), Jan Van der Horst (Belanda), Marno Sumarno (Ohio University, USA), Ismet Fanany (University Australia), John McGlynn (Yayasan Lontar), Hendri Chambert-Loir (EFEO), Tajudin Jaffar (Majelis Bahasa Melayu Singapura), Ecik Rusli bin Abd. Ghani (Ketua Bahagian Pengembangan Bahasa Melayu, Jabatan Bahasa, DBP Malaysia), M. Pitchay Gani (Singapura), Abbas Mohd. Syariff (Majelis Bahasa Melayu Singapura).
Banyak kegiatan yang dilakukan pada saat Kongres tersebut selain Makalah Pleno, pembahasan tentang Bahasa dan Budaya, Sastra, Pengajaran, Pemaparan tentang Media Massa, dan materi terakhir mengenai Panel yang dilaksanakan tanggal 31 Oktober 2008. Pada materi Panel tersebut dimulai dengan Panel disampaikan oleh Suyanto (Dirjen Mandikdasmen), Baedhowi (Dirjen PMPTK), Hamid Muhammad (Dirjen PNF), Burhanuddin Tolla (Kepala Pusat Penilaian Pendidikan, T.D. Asmadi (FBMM), Prasetyo Sudrajat (IJTI), Willy Pramudya (AJI), Katharina E. Soekamto (MLI), B. Rahmanto (Hiski), Endry Boeriswati (AJPBI), Yoyo Mulyana (APBIPA). Setelah selesai Pemaparan Makalah Panel dilanjutkan dengan Pleno terakhir sebelum penutupan tentang Pembacaan Putusan Kongres oleh Ketua Tim Pengurus. Dan tepat pukul 16.00 WIB acara penutupn Kongres IX Bahasa Indonesia yang ditutup secara resmi oleh Mendiknas, Bapak Bambang Sudibyo. (Ilham, erwin, ria)
